Membalik Kesadaran
Bagaimanakah cara kita kita melihat GHAIB
sebagaimana saat kita melihat REAL. Apakah ghaib yang akan kita putar ataukah
kesadaran kita yang berputar arah. Artinya kita diam sementara objeknya
(ghaib) yang berputar 180 derajat sehingga menjadi REAL, ataukah kita yang
bergerak ke sisi sebaliknya, 180 derajat sementara objeknya (ghaib) nya
yang diam. Tentu saja kembali kita harus bertanya kepada siapakah kita harus
jelaskan hal ini.
Tentu saja kepada orang
yang YAKIN bahwa ghaib adalah REALITAS alias ORANG BERIMAN
yaitu orang yang percaya hal-hal ghaib.
Kita diminta berfikri dan membuktikan keberadaan Allah,
Apakah Allah itu ada atau tidak ada. Kisah Nabi Ibrahim di atas adalah
pengujian dan pembuktian. Orang beriman atau orang yang yakin sudah pasti tidak
akan pernah berhasil untuk membuktikan bahwa Allah itu tidak ada. Justru
kebalikannya semakin dia orang (ingin) membuktikan bahwa Allah tidak ada,
maka Allah akan semakin nampak dan semakin nyata dalam kesadarannya.
Orang-orang yang PERCAYA
dan YAKIN. Keyakinan dan kepercayaan
akan semakin teruji keadaannya, sampai sejauh manakah kita ini?.
Menganlisa, menguji, memvalidasi dengan akalnya. Kecerdasan senantiasa menuntut
validasinya. Begitulah kejadiannya, manakala kita meyakini saja tanpa mencoba
mengujinya, kita akan mendapatkan pertentangan yang hebat dari akal dan hati
kita.
Kita akan dipenuhi keraguan. Keraguan adalah posisi lembam,
tidak maju atau mundur, diam di tempat, penuh was-was dan takut, jangan-jangan
ini salah, atau takut tersesat, dan mungkin saja dia tidak sadar bila
keadaannya sedang tersesat.
Apakah manusia pernah memikirkan dirinya sendiri, dan
melihat hukum-hukum alam yang bekerja pada dirinya. Mengamati keadaan JIWA kita
dalam keseharian kita? Sesungguhnya inilah problematika kita manusia. Banyak
dari kita mengabaikan keadaan jiwa kita saat berada dalam kekuasaan hukum-hukum
ini. Hukum gaya, hukum listrik, hukum elektromagnet, hukum dualitas, hukum
gerak, dan lain-lainnya. Kita menyadari dan meyakini bahwa raga (juga
jiwa)manusia akan senantiasa berada pada liputan hukum-hukum dasar yang
tergabung pada hukum fisika, kimia, dan biologi.
Ada suatu kekuatan yang mengatur alam. Tangan-tangan
gaib dalam bentuk hukum alam. Jika kita sudah dalam keadaan kesadaran yang
seperti itu, akankah kita mampu mengatakan bahwa Allah TIDAK ADA?.
Hukum-hukum alam bekerja bagai tangan-tangan ghaib yang
mengatur segala sesuatunya di alam semesta ini. Hukum-hukum tersebut menjadi
tangan yang sangat NYATA bagi kesadaran kita. Bahwa hukum-hukum tersebutlah
yang sebenarnya bertindak meng EKSEKUSI proses pada alam semesta. Sehingga
kemudian alam semesta beserta isinya ini, bisa kita lihat seperti ini.
Tangan-tangan ghaib tersebut juga sangat nyata bekerja pada sistem ketubuhan
kita, jantung, paru-paru, ginjal, dsb.
Bukankah jika keadaan kesadaran kita seperti itu kita
akan mampu merasakan bahwa tangan GHAIB lebih nyata dari objeknya sendiri atau
dari alam itu sendiri?.
Tangan-tangan ghaib tersebutlah yang menghidupkan
seluruh elemen. Bagaimana siklus energy, bagaimana siklus kehidupan ini,
bagaimana kekuasaan senantiasa bergulir. Kita akan dapatkan fakta bahwa PASTI
kita akan dihidupkan kembali. Sebab hukum dan sistem alam begitu adanya. Coba
kumpulkan data dan fakta untuk menguji pengamatan diri kita. Sebab dari sanalah
kita akan tahu bahwa seluruh entitas di alam semesta dalam siklus yang sama.
Dengan berfikir kita membuktikan
tanpa keraguan bahwa ada entitas yang mengatur alam semesta dan juga tubuh
kita. Pemikiran akal akan mengantarkan kesadaran adanya kekuatan ghaib yang tak
terlihat. Kekuatan ghaib inilah dalam agama disebut Sunatullah. Hukum Allah.
Tangan atau kekuasaan Allah. Kesadaran akan mampu melihat Kekuasaan ghaib ini
lebih nyata dari materi yang dilihatnya.
Inilah Pembalikan kesadaran. Dengan
berfikir akan melihat Allah lebih nyata dari realitas.
⏩ Bersambung ke Episode 13.3:
https://samudrasimbol3.blogspot.com.au/2018/02/ep-133-kesadaran-pamungkas-dalam-lambang.html
No comments:
Post a Comment