Thursday, 1 February 2018

Episode 9. Legenda Sang Pendekar dari Langit


9. Legenda Sang Pendekar dari Langit



Rahasia ahli kitab yang mampu memindahkah kursi Ratu Bilkis sebagaimana  di kisahkan Al qur an hingga kini masih merupakan misteri. Menimbulkan tanda tanya besar dan spekulasi tersendiri bagi kalangan umat Islam.

Seperti apakah kemampuan manusia sebenarnya?.
Kecerdasan yang bagaimanakah yang mampu melakukan semua itu. Betapa hebat dan luar biasanya manusia itu. Manusia yang super sakti bahkan lebih hebat dari jin. Seperti sebuah kisah legenda Sang Pendekar dari negeri di atas awan. Legenda yang hanya menjadi dongeng sebelum tidur.

Namun bila kemajuan manusia dewasa ini yang menciptakan pesawat terbang, televisi dan lainnya, kisah ini diberitakan ke ummat manusia seribu tahun yang lalu. Maka kisah yang biasa kita lakukan inipun akan menjadi legenda bagi mereka. Inilah manusia yang luar biasa, manusia cerdas. Betapa sempurnanya diri manusia, jika boleh diperumpamakan maka manusia semisal dengan ‘Superman’, yaitu sesosok makhluk dari dimensi lain yang memiliki kemampuan, kecerdasan, dan ketangguhan yang sangat luar biasa. Maka karena kemampuannya tersebut kepemimpinan dunia diserahkan kepada sosok yang satu ini.

Sayang sekali banyak sekali manusia yang tidak sadar atas kemampuannya ini.Mereka tidak terbiasa menggunakan potensi ‘jatidiri’ mereka yang sejati.

Maka entitas yang sesungguhnya merupakan ‘jatidiri’ manusia itu sendiri menjadi tertutup, tersimpan di bagian terdalam manusia itu sendiri.

Dari sejarah peradaban manusia, kita mengenal para nabi, para kaum cerdik pandai, kaum arif, para ilmuan, para pemimpin, dan orang-orang besar di setiap jamannya. Mengapakah mereka dapat menajdi orang yang ‘luar biasa’ itu?.
Bagaimanakah mereka mengoptimalkan potensi yang ada pada diri mereka?.

Jika konsep ‘jatidiri’ itu benar, tentunya semua manusia akan mampu menjadi seperti mereka. Bahwa jika manusia mampu menemukan siapakah hakekat  ‘jatidiri’ mereka,  sudah dapat dipastikan mereka akan memiliki kemampuan sebagaimana orang-orang besar. Namun ternyata menemukan ‘jatidiri’ manusia tidaklah semudah membalik tangan.

Banyak manusia yang gagal menemukan ‘jatidiri’ mereka sendiri. Mereka gamang dengan diri mereka sendiri. Mereka tidak yakin diri, bahwa sesungguhnya entitas manusia itu sesungguhnya adalah semisal ‘Superman’, sosok entitas yang dimensi lain yang sangat luar biasa sekali. Semua manusia dalam anggapan mereka masing-amsing atas siapakah hakekat diri mereka masing-masing, semua manusia tidak sama dalam memaknai siapa dirinya. Begitulah keadaannya.

Para kaum spiritualis, filosofis, dan kaum agamawan, mereka meyakini bahwa dalam diri manusia ditiupkan RUH . Sebagian kaum lainnya memaknainya sebagai ‘Spirit’.

Apapun penamaan tersebut tidaklah menjadi soal, yang penting semua manusia meyakini ada entitas lain dalam tubuh manusia yang memiliki kemampuan luar biasa. Kita sepakat bahwa entitas tersebut memberikan kontribusi lebih kepada kehidupan mereka.Inilah esensi yang ingin disampaikan disini.

Manusia melupakan pencarian hakekat ‘jatidiri’ mereka. Maka semakin lama manusia semakin melupakan siapakah sejatinya hakekat diri mereka sendiri. Meskipun kitab suci, menyebutkannya, meskipun para nabi , para pemimpin dunia sudah membuktikannya. Sayang sekali banyak dari kita yang tidak yakin atas kebenaran berita tersebut. Khabar bahwa sesungguh manusia itu adalah sosok entitas yang ‘luar biasa’ seakan hanya sebuah isapan jempol belaka.

Kita sering merasa tidak pantas sebagai manusia yang berhak mendapatkan kesuksesan itu. Kita sudah meremehkan diri kita sendiri. Sesungguhnya inilah masalah terbesar umat manusia. Mereka memandang rendah diri mereka sendiri.

Masalah terbesar manusia adalah diri mereka sendiri.
Kesalahan manusia adalah tidak pernah memperhatikan potensi-potensi yang ada dalam dirinya. Mereka sibuk melihat potensi orang diluar sana dan melupakan bahwasanya semua manusia memiliki potensi yang sama. Bahan dasar manusia adalah sama. Hanya kita sendirilah yang membuatnya berbeda. Bagaimana mereka dalam mengelola potensi-potensi yang mereka miliki, itulah yang membedakan satu dan lainnya.

Kalau boleh dengan bahasa yang lebih ekstrem, sesungguhnya manusia itu makhluk cerdas dari dimensi lain yang diutus untuk memimpin bumi ini, karenanya hakekatnya semua manusia adalah pemimpin. Hanya yang membedakan adalah mau atau tidak menggunakan potensi tersebut. Kenalilah diri kita sendiri, maka kita akan tahu bahwa sesungguhnya kita layak memimpin dunia. Dalam diri kita ada potensi untuk itu, potensi yang ditiupkan oleh sang Pencipta agar bersama entitas itu kita menjadi pemimpin dunia.

Pemimpin untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan, kelompok, bangsa, Negara, bahkan alam semesta itu sendiri.Potensi tersebut ada pada diri setiap manusia. Entitas tersebut mampu menghantarkan manusia untuk menembus dimensi-dimensi dan juga ilmu pengetahuan. Pemahaman ini akan menghantarkan kepada kita, bagaimanakah cara mengenali entitas tersebut. Kita akan  mampu menemukan ‘entitas’ tersebut yang letaknya memang sangat  tersebunyi di dalam hati manusia. Dialah entitas yang selama ini sering kita abaikan.

Orang sering menyepelekannya, orang sering menafikkannya, menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak pernah ada. Entitas inilah yang dewasa ini telah terlupakan oleh manusia.Manusia telah melupakan siapakah hakekat ‘jatidiri’nya. Maka kita bisa melihat bagaimana peradaban manusia dibangun tanpa melibatkan entitas ini. Banyak sekali yang tidak percaya bahwa sesungguhnya entitas ini memiliki kekuatan yang luar biasa, memiliki kecerdasan yang menakjubkan. Mereka keliru, para pemimpin dunia sudah memberikan  contoh atas hal ini. Kesuksesan  mereka menjadi pemimpin dunia karena didukung oleh kekuatan ini. 

Entitas yang luar biasa

Untuk memahami istilah dasar yang sangat umum yaitu yaitu  aku, diri, istilah atau konsep tentang ini sering semakin membingungkan. Maka akan dicoba memulai dari istilah yang baru, konsep awal denngan menggunakan lambang. Konsep lambang untuk memudahkan.

Lambang bukanlah memastikan, bukan pula menterjemahkan. Lambang hanyalah sebuah cara yang ditujukan mengulangi dari dasar berdasarkan batasan yang ingin disampaiakn. Jadi siapapun boleh mengganti lambang dan boleh mengubahnya. Lambang hanyalah huruf yang perlu digabungkan dan bisa difahami bagi yang menggunakan lambang tersebut. Seperti lambang F=ma, atau lambang H2O atau lambang DNA, atau lambang BANDARA atau apapun lambang itu, bisa difahami bila kita mau mencoba mengerti.

Bila ada yang tertarik dengan lambang, karena lambang bisa lebih memudahkan bagi yang berfikir dan mungkin bisa bermain-main mencari hubungan dan mendapatkan pemahaman yang lebih. Seumpama manusia ada raga, jiwa, ruh, akal, hati dan masih banyak istilah lainnya yang satu dan lainnya bisa saja membingungkan karena berbeda. Disini akan coba dipisahkan dengan lambang yang lebih mendasar lagi, semisal JIWA adalah J W, Ruh adalah RH dan hati adalah HT, semisal itu, agar kita terbesar dari pemikiran yang sudah ada sebelumnya.

Kita mulai dengan perumpamaan, misalnya ada sebuah campuran minuman yang bernama susu telur madu jahe dan ditambahkan dengan air dan gula. Kita buat lambang: 

Susu=S Telor=T Madu=M Jahe=J dan Gula dilambangkan G dan airnya dengan lambang A.  Minuman ini kita sebutSTMJ.  Kita tidak pernah tahu masing-masing bahannya, dan hanya pernah meminum STMJ. Bisakah kita membayangkan rasa masing-masing entitas bahannya. Dari lambang itu kita bisa buat kombinasi. AG yaitu air Gula. Lalu AGJ= Air Gula Jahe atau AGSJ= Air Gula Susu Jahe dan kombinasi dan kombinasi lainnya. Demikian pula kita bisa menambahkan kopi atau the dalam campuran itu. Tentu saja penambahan setiap bahan baru bisa merubah rasa termasuk jumlahnya juga, semakin banyak yang ditambahkan bisa mengurangi rasa yang lain. Misalnya Gula yang sangat banyak akan menghilangkan rasa yang lain. Atau air yang banyak. Permisalan ini akan digunakan untuk entitas yang ada dalam raga, bila raga kita umpamakan gelas dan jiwa kita umpamakan minuman STMJ dan juga bisa ditambah dengan K (kopi).

Perumpamaan lambang ini bisa kita urut dari Nabi Adam. Kita sebagai Bani Adam. Secara lambang kita tuliskan sebagai BN ADM, dan setiap Bani ADAM ditiupkan MinRuhi atau MNRH. Maka entitas dasar yang ada dalam tubuh ini adalah BN ADM MNRH. Bila kita mampu mengenali setiap entitas dasar ini secara individu maka akan memudahkan mengenali kombinasi. Seperti STMJ mampu mengenali apa itu S lalu T M dan J juga mengenali A. Pengenalan setiap entitas ini akan sangat memudahkan memahami setiap entitas yang ada dalam tubuh kita.
Atau kita secara lambang:
            Bani Adam = BN ADM
              Min Ruhi     = MNRH
Kita mengenal entitas pendamping yang disebut QoRiN (QRN) juga kita mengenali entitas BaSiRoH (BSRH), juga QolBu (QLB) dan juga Akal (AQL), lalu ada JiN (JN) dan banyak lagi istilah entitas yang mempengaruhi raga kita.
Basiroh        =  BSRH
Qolbu           =  QLB
Akal (aql)     =  QL
Jadi dalam tubuh bisa kita kita dapatkan entitas dasar B, N, A, D, M (bani adam) lalu M, N, R, H (min ruhi)  Q, L  (aql), lalu Q, L, B (Qolbu), B, S R, H (basiroh), lalu N, A, F, S (nafs) dan seterusnya, maka bisa kita urtutkan menjadi lambang dari A sampai ke Z, yaitu misalnya A, B, D, M, N dll.

Jadi secara lambang kita bisa melacak dari yang paling basic dan meningkat ke lambang yang lainnya, maka kita bisa mengenali entitas gabungannya. Walaupun kadang entitas gabungan itu bisa saja berubah total dengan efek lain yang mempengaruhi. Misalnya Air dan telor pada temperature panas bukannya menjadi minuman telor justru akan memadatkan telur menjadi telur rebus.

Bahasa lambang ini seperti mempelajari bahasa sandi, sangat menarik dan bisa mengira-ira. Sayangnya kita tidak tahu makna setiap lambang ini sehingga sangat sulit mengerti yang sebenarnya. Makna setiap lambang ini bisa diperbaiki dan disempurnakan setiap saat.

Kita bisa melakukan pendekatan dari makna yang kita tidak tahu dari makna yang telah kita tahu. Misalnya akal kita tuliskan dengan lambang QL sedangkan Qolbu kita tuliskan sebagai QLB. Maka secara lambang kita bisa melihat bahwa QL ada di dalam QLB atau (QL)B atau QL itu di dalam B. Kita tahu bahwa QL adalah akal, lalu B itu apa?.

Bisa kita sederhanakan B=koordinat ruang-waktu di alam semesta.
Atau seperti huruf Ba dalam Bismillah. Bisa dikatakan Al Fatehah bisa diringkas ke Bismillah. Dan Bismillah diringkas menjadi B. Maka B adalah kerangka atau koordinat ruang waktu di alam semesta ini. Bisa di luar dan ada di dalam raga kita. Macrokosmos dan microkosmos.

                                   QLB = QL (B)

QL (akal), yang berarti QL dalam QLB atau akal ada dalam Qolbu. Inilah mata hati yang disebut akal. Mata hati atau mata qolbu adalah akal. Mata dari B.

Kita sudah pula mengenali R sebelum ini sebagai grand desain rencana terbentuknya alam semesta, formula, rumus, Hukum alam dll.
Maka kita bisa membayangkan gabungan R dan B adalah seluruh kekuatan hukum, program, rencana, desain di ruang-waktu alam semesta ini. Maka inilah RaB
Sehingga ada di macrocosmos dan microcosmos. Maka kitapun bisa lebih mengetahui makna Rab secara lebih detail dan bisa jadi lebih detail lagi bila kita mampu mengenali entitas R dan B secara lebih baik lagi.

Bagaimana kita bisa mengenali entitas RB yang ada di dalam raga kita. Yaitu bila kita menguraikan entitas dasar yaitu NB ADM (diambil entitas B) dan MNRH (diambil entitas R) dan menggabungkan RB, maka kita akan mengenali entitas RB yang ada dalam diri kita. Sehingga kita mampu berkata siapa yang mengenali entitas BN ADM dan MNRH maka bisa menyaring dari entitas tersebut dan mengambil entitas RAB.

Dengan lambang secara mudah kita bisa menyimpulkan bahwa siapa saja yang mampu mengenali BN ADM dan  MNRH akan      mudah mengenali RAB

Yang disebut diri adalah Bani Adam (BN ADM) yang diliputi minruhi (MNRH). Maka siapa yang mengenali dirinya akan mengenali Rab (Tuhan) nya.

“Kita bisa mengatakan Akal (AQL) berada di dalam hati (Qolbu) atau QL berada di QLB”

Tentu saja lambang ini terutama ditujukan untuk memudahkan mengingat makna yang ingin disampaikan. Misalnya QL dan QLB yang beda adalah B. Semacam bahan Q dan L dicampur dengan B. Keuntungannya bila kita tidak tahu rasa suatu campuran namun kita bisa jadi bisa membayangkan. Misalnya QLB ditambah dengan N, menjadi QLBN yaitu Qolbun, bila kita tahu setiap entitasnya maka kita bisa memperkirakan apa jadinya yang dimaksudkan.

Mengapa lambang ini disajikan?.
Karena untuk menjelaskan sesuatu yang belum ada referensinya. 
Misalnya kita mengerti symbol Huda yaitu HD, bila kita balik menjadi DH maka kita bisa membayangkan pula, yaitu semisal Cahaya yaitu Duha. Kitapun bisa mencampur dengan HD dan N menjadi HDN (hudan) dan bisa membayangkan maknanya.

MNRH - Para penjelajah cahaya
pemberi kabar nikmat Tuhan,  secara lambang bisa kita tuliskan
Para penjelajah cahaya=MNRH
Nikmat=an am=NM
Tuhan=Rab=RB
MN yang bisa kita amati adalah rasa Iman

Dan rasa iman yang dirasakan RH (ruh) adalah nikmat (atau NM)
Secara lambang ketika ber Iman maka kita mengenali lambang MN
Yang dirasakan ruh adalah pembalikan dari MN menjadi NM (anam)

Secara lambang kita tuliskan MNRH memberi kabar tentang NM yang berarti Para penjelajah cahaya pemberi kabar nikmat.

Beri kabarlah Nikmat Tuhan yang kita rasakan demikianlah tugas dan kewajiban kita, agar semakin dilipatkan nikmat kita. Agar semakin disempurnakan nikmat itu. Sehingga kita menjadi puas (ridho).
Maka siapapun yang menerima HD dan dekat dengan Rab (RB) akan ridho (RD) karena akan nikmat (NM) dan bertambah nikmat.
MinRuhi MNRH - INILAH ENTITAS LUAR BIASA DARI MANUSIA.

Konvensi Simbol (Lambang)

Membaca lambang seolah kita memeras fikiran untuk memahaminya, namun sebetulnya juga sangat sederhana, mudah dan simple semudah anak kecil berfikir cahaya. Seberapapun yang difahami ya sudah cukup. Dan bisa memahami lebih lanjut dan lebih lanjut lagi. Membaca lambang ini seolah kita menyingkap sebuah buku dan di dalam tulisan ini berisi bab, di dalam bab ini ada alinea, di dalam alinea ada kalimat dan di dalam kalimat ada kata dan di dalam kata ada huruf. Ternyata jumlah semua huruf dalam buku itu ada 24 buah. Seluruh isi buku yag tebal itu hanyalah kumpulan kombinasi 24 buah huruf saja. Atau seperti bahasa biner yang terdiri dari berjuta kemungkinan hanya berasal dari dua buah lambang yaitu 0 dan 1.

Dalam pemahaman sains, bahwa alam semesta yang membentuk materi dari mulai gunung, batu bahkan makhluk hidup merupakan kombinasi dari zat lalu terdiri dari molekul dan terdiri dari atom dan atom ini terdiri dari inti atom, proton, electron, dan di dalamnya lagi kita bisa temukan lagi bagian yang lebih  kecil lepton, quark dan boson, dan di dalamnya lagi ada 17 entitas yang membentuk semua kemungkinan. Dari ke 17 bagian inilah yang membentuk “buku” alam semesta. Bila kita memahami hukum dan lambang ke 17 entitas ini maka kita bisa mempelajari puzzle yang membentuk seluruh alam semesta ini. Seperti kita mengenal ke 24 huruf abjad yang bisa membentuk satu buah buku.

Demikianlah lambang yang disajikan disini, mencoba meniru dengan mengerti makna setiap lambang yang dilambangkan, dengan mengerti 17 lambang yang merupakan “potensi” membentuk konsep agama universal, maka kitapun akan dibawa dengan sangat sederhana untuk memahami konsep dasar dari agama yang universal. Tentu saja pemaknaan lambang ini bisa dikoreksi, diperbaiki, diperbaharui, disempurnakan. Maka pemaknaan lambang ini bukanlah untuk menyajikan sebuah “kebenaran”, tetapi justru untuk dipersalahkan, untuk dinyatakan ketidakbenaran bagi siapapun yang mau berfikir.

Janganlah dipercayai apa yang disampaikan ini, tetapi jangan pula tidak dipercaya. Fikirkan dengan akal, uji dengan fikiran. Mungkin saja ada sedikit yang bisa difahami sehingga bisa diperbaiki dan disempurnakan.

Lambang entitas yang luarbiasa dari manusia (BNADM) adalah MNRH. Entitas Sang Pendekar yang sangat cerdas, inilah entias Sang Pengelana Cahaya, Inilah sang Penjelajah Cahaya, Inilah entitas yang sangat cerdas yang berasal dekat dari Tuhan yang berasal dari sifat Tuhan RHMN. Seperti setetes air yang berasal dari samudra. Atau seperti api baterei yang berasal dari solar cell yang berasal dari matahari.

Secara teramat sederhana atau penyederhanaan sekali kita bisa memahami bahwa MNRH, Ini seperti STMJ yang merupakan minuman Susu Telur Madu Jahe (STMJ). Bagi yang tahu rasanya dan tahu bahan dasarnya tentu sangat memahami keseluruhannya. Konsep sederhana bisa kita dekati dengan pemahanan penyederhanaan bahan dasar dari MNRH. Yang tentu saja harus diperbaiki dan disempurnakan.

MNRH

M= Entitas yang berfikir (minda), yang biasa juga disebut akal, entitas yang sadar, entitas yang biasa menyebut dirinya sebagai aku, bisa dianggap sebagai aku sejati, entitas yang tahu, dan berasal dekat dari Tuhan
N=  Entitas jiwa (dari Nafs), yang biasa disebut ego, perasaan, emosi atau jiwa, entitas yang hidup, entitas yang merasakan, entitas yang diturunkan untuk disempurnakan, disucikan, entitas syurga (adN), entitas langit yang turun ke bumi.
R= Entitas langit yang berasal dari ARSY (dalam mitology entitasRa), yang merupakan kumpulan rencana Tuhan, Grand desains, kumpulan ketetapan yang mengikat, kumpulan ketentuan dan hukum alam, atau secara singkat adalah segala sesuatu tentang URUSAN dari Tuhan
H=  adalah entitas yang dekat dari Allah (biasa disebut Hu), yang merupakan kesadaran hakiki, kesadaran murni, kesadaran universal, kesadaran yang meliputi tingkat demi tingkat kesadaran di alam semesta ini

MNRH (minruhi) ini berasal dari RHMN (Rahman) sifat dari entitas Dzat Alllah, atau sedikit Dzat Allah. Inilah entitas langit/akherat/dimensi yang lebih tinggi yang turun ke bumi, Entitas Dzat Yang Rahman, Yang penuh kasih.

MNRH adalah setetes air dari samudra RHMN
MNRH adalah sebutir pasir dari padang pasir RHMN
MNRH adalah setitik api dari matahari RHMN
MNRH adalah sebutir debu di semesta alam seluruhnya RHMN

Maka dengan lambang MNRH dan RHMN kita dengan mudah mengingat yang dimaksudkan sebagai “sedikit dari DzatNya”

MNRH inilah sedikit entitas cerdas dari Sang Maha Cerdas.
Inilah entitas hidup dari Dzat yang Maha Hidup.
Inilah entitas gaib dari Dzat yang Maha Gaib.
 Inilah entitas yang penuh kasih saying dari Dzat yang Maha Kasih sayang.
Inilah entitas cahaya dari Dzat Yang menguasai segala cahaya.
 Inilah entitas yang sangat dekat dengan Tuhan.
Entitas yang luar biasa. Entitas super dalam diri setiap anak adam (Bani Adam). 
MNRH sedikit dzat dari Maha Dzat RHMN.

Dalam Rahman entitas penghubungnya RHMN adalah A yangbisa dilambangkan sebagai energy, informasi atau cahaya awal, sedangkan dalam Minruhi, entitas yang menghubungkan dalam MNRH adalah dan Uadalah Ilmu atau informasi tapi tak memiliki energy atau panas, atau api, sedangkan U adalah potensi, seumpama minyak yang berpotensi menjadi api. Atau U adalah potensi untuk menjadi A. sedangkan I adalah pantulan dari A. Seumpama A adalah lilin, maka I adalah bayangan lilin di dalam cermin.

Semoga Penamaan dengan lambang ini bisa membuka sedikit wawasan bagi siapapun yang mau berfikir. Membuka akal dengan terbuka. Seperti membuka gelas fikiran dan mau memikirkan dengan sederhana. Mungkin saja lambang ini bisa memulai pemahaman secara lebih mudah. Karena lambang atau istilah yang sudah ada sebelumnya sudah semakin membingungkan.

Sekali lagi konsep inipun bila dianggap berguna adalah dalam tujuan untuk disempurnakan dan diperbaiki bukan sebuah konsep baku, tetapi konsep untuk memudahkan pemahaman dari pemahaman yang sudah ada. Tetapi mungkin saja justru semakin menambah bingung, semakin membingungkan. Maka bila itu terjadi mohon dilupakan saja. Semoga dengan lambang ini bisa memudahkan, tetapi bila tidak ada gunanya, mungkin hanya sebagai bahan pembanding saja, sekedar sebagai hiburan atau penambah pemikiran waktu senggang.

Dengan permohonan maaf yang dalam bila justru semakin rancu dan membingungkan. Membaca lambang ini seperti membaca kisah negeri di awan. Membaca legenda Kisah Sang Pendekar atas awan. Seperti di awang-awang. Menjadi nyata bagi yang memaknainya, tetapi menjadi dongengan bagi yang membacanya. 


⏩ Bersambung ke 
Episode 10:
https://samudrasimbol3.blogspot.com.au/2018/02/episode-10-melacak-jejak-kesadaran.html

No comments:

Post a Comment

SAMUDRA SIMBOL

SAMUDRA SIMBOL 3 - BAHASA CAHAYA ======================================================================== Pengantar: https://samudrasimb...